Selasa, 09 April 2013

Pengaruh Facebook Bagi Aspek-Aspek Perkembangan Psikologis Remaja


Facebook dan Pengaruhnya Bagi Remaja

Anthonius B. Markus
Yosef Meda
Yohanes O. Rogan

Pengantar
Idea manusia sebagai makhluk sosial, sesungguhnya merupakan gambaran lahiriah dari esensi yang melekat dalam diri manusia sendiri, yakni berinteraksi. Oleh karena berinteraksi merupakan esensi manusia, maka  tidak dapat disangkal bahwa segala tindakan manusia pada akhirnya akan tetap menjurus kepada proses interaksi. Proses interaksi itu sendiripun akhirnya salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar.
Perkembangan dunia dewasa ini telah membentuk kapasitas berpikir manusia untuk menghasilkan berbagai kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi. Kemajuan-kemajuan yang dicapai ini salah satunya bertujuan untuk menjawabi kebutuhan manusia dalam berinteraksi. Hasil kemajuan teknologi komunikasi yang sedang menjadi trend masa kini adalah jejaring sosial, facebook. Jejaring sosial yang baru dibuat pada tahun 2004 ini, dengan begitu  cepat menyebar dan menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh dunia.
Tidak dapat disangkal bahwa pengguna facebook terbanyak adalah kaum remaja yang sedang berada pada tahap pencarian jati diri.[1] Kaum remaja yang begitu sensitif dalam mencari berbagai cara pengungkapan diri, menggunakan facebook sebagai satu sarana untuk mengekspresikan diri. Selain itu, lewat jejaring sosial ini, kaum remaja menjadi semakin terbuka dalam membangun relasi dengan semua orang dari berbagai kalangan, sekaligus menemukan banyak hal baru.
Secara tidak sadar, segala hal yang mereka temukan dari jejaring sosial ini turut mempengaruhi bahkan dapat sampai membentuk kepribadian mereka. Hal ini mungkin terjadi oleh karena remaja belum cukup mampu untuk membuat pemilahan yang tepat terhadap berbagai hal baru yang ia terima. Terhadap kenyataan, remaja sedikitnya ditantang untuk lebih bijaksana memanfaatkan jejaring sosial ini.  
 Bagian I Mengenal Jejaring Sosial Facebook
Sejarah Kemunculan Facebook[2]
Facebook diciptakan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Universitas Harvard pada 4 Februari 2004. Akan tetapi beberapa waktu sebelumnya ia sudah lebih dahulu membuat sebuah situs kontak jodoh untuk teman-teman sekampusnya yang ia namakan facemash.com. Sayang, upayanya ini dihentikan oleh pihak universitas karena aksinya yang membobol akses jaringan komputer kampus. Facemashnya diblokir dan ia sendiri diancam akan dipecat dari kampus.
The Facebook yang ia ciptakan sebagai media pertukaran informasi ini pada awalnya hanya terbatas di kalangan para mahasiswa Universitas Harvard. Akan tetapi dalam beberapa bulan kemudian, penggunaanya mulai menyebar di kalangan universitas-universitas di Kota Boston dan beberapa universitas ternama seperti  Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League.  Pada pertengahan tahun 2004, the facebook.com mendapat investasi pertama dari seorang pendiri Pay Pal yakni Pieter Tiel.
Di tahun 2005, facebook secara resmi memberi nama domain mereka dan sejak saat saat itu nama mereka resmi menjadi facebook.com. Juga pada tahun ini, facebook telah memperluas jangkauannya ke kalangan para pelajar SMA, universitas-universitas di Meksko, Inggris Raya, Australia, dan Selandia Baru. Baru pada tahun 2006, facebook masuk ke Asia melalui India. Pada tahun ini juga, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia. 
Banyaknya minat dari perusahaan-perusahaan perangkat lunak dan search engine seperti Microsoft, Google, dan Yahoo untuk menanamkan modalnya pada facebook cukup memberikan indikasi sekaligus prediksi akan tingginya minat menggunakan facebook. Dalam tempo waktu yang sangat singkat, facebook telah memainkan peran besar dalam keseluruhan aktivitas masyarakat global.   
Remaja Pengguna Facebook
Pengguna facebook terus meningkat dari waktu ke waktu. Masyarakat dari berbagai negara telah mengenal dan menggunakan facebook. Facebook yang pada awalnya hanya diperuntukan bagi para mahasiswa Universitas Harvard, kini telah menjadi media komunikasi universal. Jejaring sosial ini tidak membatasi seseorang dalam membangun relasi dengan semua orang dari berbagai golongan dan status sosial. Lewat jejaring sosial ini juga masyarakat semakin bebas untuk berekspresi termasuk menentukan afliasi juga apresiasi.
Perkembangan penggunaan facebook yang sama pula terjadi di Indonesia. Pengguna facebook di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar dibanding enam bulan terakhir. [3]  Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika, total ada 43,06 juta orang yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook.[4] Jumlah pengguna ini meliputi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Dari jumlah pengguna facebook di Indonesia, sebagian besar penggunanya adalah kaum remaja. Seperti kebanyakan di negara-negara berkembang dan besar lainnya, orang-orang berusia 18-24 tahun menduduki peringkat teratas sebagai pengguna Facebook di Indonesia. Urutan kedua adalah pengguna berusia 25-34 tahun dan ketiga adalah pengguna yang berusia antara 6-17 tahun.[5]
Faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah pengguna facebook adalah budaya. Budaya Indonesia identik dengan kebiasaan untuk berbagi, berkomunikasi, dan solidaritas. Facebook memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk berhubungan dengan teman dan keluarga. Selain karena pengaruh budaya, ada kecenderungan masyarakat Indonesia untuk mengikuti trend. Ketika facebook semakin luas dikenal dan digunakan oleh masyarakat dunia, timbul keinginan yang sama dalam diri kaum remaja untuk juga mengenal dan menggunakan facebook. Alasan lainnya adalah karena pengaruh teman sebaya. Kehadiran teman sebaya lewat jejaring sosial yang ada mempengaruhi minat kaum remaja untuk ikut bergabung. Kaum remaja yang pada masa perkembangannya memiliki kebutuhan yang besar akan teman sebaya, menganggap facebook sebagai fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan mereka.[6]
Bagian II Masa Remaja
Pengertian dan Ciri-Ciri Remaja
Kata remaja berasal dari kata bahasa Latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah ini mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial, dan fisik.[7] Selain pengertian ini, menurut Papalia dan Olds, masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.[8] Dalam pengertian ini, Papalia dan Olds tidak memberikan pengertian secara eksplisit, tentang remaja melainkan secara implisit, tentang masa remaja.
Selanjutnya, Calon berpendapat bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.[9] Dari pendapat ini, dapat dikatakan bahwa masa remaja merupakan masa transisi sebab pada saat itu, seseorang telah meninggalkan masa kanak-kanak namun ia juga belum memasuki masa dewasa. Periode umur dari masa remaja ini tidak memiliki batasan yang jelas, selain karena tidak ada patokan tetap dalam menentukan awal masa remaja, pola perkembangan yang bervariasi juga menjadi alasan tidak adanya batasan umur yang jelas.
Berkaitan dengan pengklasifikasian masa remaja, Hurlock membagi masa remaja ke dalam dua bagian yaitu masa remaja awal yang berkisar pada kelompok umur 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun dan masa remaja akhir yang berkisar pada kelompok umur 16 atau 17 tahun. Ia membedakan dua masa remaja oleh karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai kematangan perkembangan yang mendekati masa dewasa.[10]
Sementara itu, menurut Kartono Kartini, rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu usia 12 sampai 15 tahun atau masa remaja awal, usia 15 sampai 18 tahun atau masa remaja pertengahan, dan usia 18 sampai 21 tahun atau masa remaja akhir. Pada masa remaja awal, remaja mengalami perubahan jasmani dan perkembangan intelektual yang sangat pesat sehingga minat remaja pada dunia luar sangat besar. Pada saat ini remaja tidak mau dianggap kanak-kanak lagi namun sebelum bisa meninggalkan pola kekanak-kanakannya. Pada masa remaja pertengahan, kepribadian remaja masih kekanak-kanakan tetapi mulai timbul unsur baru yaitu kesadaran akan kepribadian dan kehidupan badaniah sendiri. Remaja mulai menentukan nilai-nilai tertentu dan melakukan perenungan terhadap pemikiran filosofis dan etis. Sedangkan pada masa remaja akhir remaja sudah mantap dan stabil. Remaja sudah mengenal dirinya dan ingin hidup dengan pola hidup yang digariskan sendiri dengan keberanian. Remaja mulai memahami arah hidupnya dan menyadari tujuan hidupnya. Remaja sudah mempunyai pendirian tertentu berdasarkan satu pola yang jelas yang baru ditemukannya.[11] Dalam pembahasan selanjutnya, hanya akan dibicarakan mengenai masa remaja akhir.
Beberapa ciri yang ada pada kaum remaja yakni
1.      Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi, mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain, mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.
2.      Perubahan nilai. Di mana apa yang dianggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
3.      Keinginan besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Aktivitas berkelompok tumbuh semakin besar. Sering menghayal dan berfantasi.
Sementara itu, menurut Hurlock beberapa ciri remaja yakni[12]
1.        Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat yang dikenal dengan masa storm and stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang tejadi masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya.
2.        Masa remaja sebagai usia bermasalah karena pada masa kanak-kanak, masalah-masalah sebagian besar diselesaikan oleh guru dan orang tua sehingga kebanyakan remaja kurang berpengalaman dalam mengatasi masalah.
3.        Masa remaja sebagai masa mencari identitas karena remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya.
  Aspek-Aspek Perubahan
1.      Perkembangan Fisik Psikologi Remaja
Perkembangan fisik yang dimaksud adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik.[13] Pada masa remaja awal dan pertengahan, perubahan fisik terjadi secara pesat namun tidak proposional, sementara pada masa remaja akhir, kondisi fisik yang dimiliki semakin mendekati kematangan fisik dewasa. Secara fisik perubahan-perubahan tersebut nyata dalam bertambah matangnya organ-organ seksual pada pria dan wanita. Secara umum, perubahan organ-organ seksual pria dan wanita dapat dipilah menjadi dua bagian yakni ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder.[14]
Pada ciri-ciri seks primer remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja pria mengalami mimpi basah. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Pada ciri-ciri seks sekunder, terjadi pertumbuhan yang melengkapi kematangan baik pria maupun wanita. Remaja pria mengalami pertumbuhan rambut-rambut halus pada kumis, jenggot, ketiak, sekitar alat kelamin, tangan, dan kaki. Pertumbuhan pada remaja pria juga tampak dengan munculnya jakun dan semakin berat dan rendahnya suara, kulit remaja pria juga semakin kasar. Sementara itu, remaja wanita mengalami pertubuhan rambut-rambut halus yang lebih terbatas, yakni hanya pada ketiak dan alat kelamin. Pertubuhan kelenjar air susu kemudian akan mempengaruhi perkembangan buah dada dan bentuk tubuh remaja wanita akan semakin proposional.[15]
2.      Perkembangan Kognitif Psikologi Remaja
Perkembangan kognitif ditandai dengan kemampuan untuk membedakan satu hal dari hal yang lain sesuai dengan tingkat kepentingannnya. Karena perkembangan kognitifnya, seorang remaja tidak lagi menerima sesuatu tanpa terlebih dahulu mengolahnya dan mampu menghasilkan sesuatu yang baru dari apa yang ia alami dan amati. Perkembangan kognitif remaja tampak dalam kemampuan untuk mampu berpikir secara logis tentang gagasan-gagasan abstrak. Perkembangan kognitif pada masaremaja akhir akan semakin mendekati kematangan. Pada masa itu, remaja semakin mampu untuk berpikir secara kritis tentang sesuatu. Ia mulai dapat melihat sesuatu hal dari berbagai sudut pandang serta setiap konsekuensi dari tindakannya.
Perkembangan kognitif pada masa remaja akhir juga mendorong remaja untuk semakin mampu memikirkan masa depan, membuat perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya.[16] Perkembangan ini memperlihatkan kematangan dan keluasan berpikirnya. Remaja semakin mampu membuat pertimbangan logis berhubungan dengan segala sesuatu yang ia pikirkan untuk dilakukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa ia sudah memiliki orientasi yang cukup jelas untuk masa depannya. Meskipun demikian, satu hal yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah tendensi berpikir egosentrisme, yaitu kecenderungan untuk berpikir dan menilai segala sesuatu hanya dari sudut pandang pribadi.
3.      Perkembangan Emosi Psikologi Remaja
Masa remaja merupakan puncak emosionalitas. Pertumbuhan organ-organ seksual dan kelenjar mempengaruhi emosi atau perasaan-perasaan baru yang belum dialami sebelumnya. Selain perubahan-perubahan organ seksual, faktor pencarian identitas diri dan keadaan sosial yang dialami turut mempengaruhi emosi.[17] Pada masa remaja awal sampai pertengahan, perkembangan emosi menunjukkan sifat yang sensitif dan kritis yang sangat kuat terhadap situasi yang ada. Remaja pada masa ini mengalami kesulitan untuk mengolah serangan badai emosi yang melandanya. Sebagai akibat, sering timbul perilaku negatif seperti mudah tersinggung dan marah. Sementara itu, pada masa remaja akhir, umumnya remaja sudah semakin mampu mengendalikan setiap emosi yang dirasakan.[18]
Terhadap tegangan emosi yang dialami remaja, ada dua kondisi yang sama-sama memengaruhi penerimaan dan pengolahan emosi secara berbeda. Remaja yang hidup di lingkungan yang kurang harmonis sering bersifat terperamental, agresif, dan regresif, yakni suka mengelamun dan senang menyendiri. Sedangkan remaja yang hidup di lingkungan yang kondusif akan lebih mampu mengatasi tegangan emosi yang dialami dan mampu mengekspresikan emosi secara tepat.[19]
4.       Perkembangan Sosial Psikologi Remaja
Perkembanagan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial dan juga proses penyesuaian diri terhadap norma-norma dan tradisi yang berlaku. Pada jenjang ini kebutuhan remaja semakin bertambah kompleks termasuk kebutuhan untuk membangun relasi. Remaja tidak lagi hanya bergaul dengan orang-orang yang berada dalam ruang lingkup kecil yakni keluarga dan kenalan tetapi juga ada keinginan untuk menemukan hal-hal baru di luar ruang lingkup yang telah ia kenal sebelumnya.[20] Akan tetapi terdapat perbedaan antara orientasi sosialisasi pada kelompok remaja awal dan remaja akhir. Kelompok remaja awal masih mengutamakan kehadiran sebaya dengan sejumlah presepsi yang sama, sedang kelompom remaja akhir lebih memfokuskan perhatiannya pada pergaulan yang mendukung ideal masa depannya. Pergaulannya ia tujukan demi menambah wawasannya.
Kebutuhan ini cukup sejalan dengan usaha kaum remaja dalam menemukan dan membentuk konsep dirinya yang positif.[21] Pada periodisasi ini, kebutuhan akan teman sebaya jauh lebih kuat dari pada orang tua. Perkembangan ini memberikan dorongan yang besar bagi remaja untuk kemudian membentuk berbagai kelompok teman sebaya dan melakukan sekian banyak aktivitas di dalamnya. Remaja akan memilih teman yang memiliki kualitas psikologis dan sifat yang relatif sama dengan dirinya misalnya sama hobi, minat, dan idealisme.
“Perkembangan sifat yang cukup rawan pada remaja adalah sikap conformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, nilai-nilai, dan gaya hidup.”[22] Terhadap ancaman ini, masih dituntut peran orang tua untuk membimbing dan mengarahkan pergaulan remaja.
Bagian III Pengaruh Facebook Bagi Perkembangan Remaja
Manfaat Facebook
Pada masa remaja akhir, orientasi hidup remaja adalah pemantapan diri dan pola hidup baru (berkeluarga). Mereka mulai serius belajar demi karir di masa yang akan datang, mulai memilih-milih pasangan yang lebih serius, dan cita-citanya menjadi lebih realistis. Pengaruh teman sebaya banyak berkurang sehingga ia bisa berfikir dan memutuskan berdasarkan kehendak sendiri. Oleh sebab itu, banyak orang pada usia ini menggunakan situs Facebook untuk menjalin pertemanan dengan rekan-rekan yang dapat menunjang karirnya atau bahkan mencari pasangan hidup yang serius dengannya.[23]
Adapun manfaat Facebook pada usia remaja akhir adalah[24]
1.      Untuk kepentingan karir seperti mudah mencari informasi lowongan pekerjaan.
2.      Kemudahan dalam bertransaksi dan mencari rekan dalam berbisnis.
3.      Dapat bertukar pikiran dengan sangat mudah.
4.      Akses pertukaran informasi difasilitasi dengan sangat bagus. Contohnya ketika ia membutuhkan sesuatu ataupun ingin tahu sesuatu hal, ia dapat menulisnya di status dan akan mendapat balasan dari rekan-rekan.
5.      Sebagai media pembelajaran.[25]
6.      Sebagai media diskusi.[26]
Pengaruh Facebook Bagi Remaja
1.      Perkembangan Fisik Psikologi Remaja
Penggunaan facebook dengan jumlah waktu yang berlebihan turut mempengaruhi perkembangan fisik seorang remaja. Kondisi kesehatan remaja yang terlalu bergantung pada facebook akan terganggu. Mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain facebook tanpa memperhatikan waktu istirahat dan waktu makan.
“Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer tanpa melakukan kegiatan apapun, jarang berolahraga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang, terlambat makan dan tidur tidak teratur, obesitas, penyakit lambung, dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling sering terjadi.” [27]  
2.      Perkembangan Sosial Remaja
Bagi perkembangan sosial kaum remaja facebook membantu membentuk pola pergaulannya. Remaja akan semakin berani untuk melihat dan menerima realitas yang ada di luar dirinya, termasuk berani untuk menerima hal-hal positif yang ia temukan. Remaja juga akan lebih terbuka dalam pergaulannya. Facebook dapat membantu membentuk karakter pribadinya menjadi orang yang terbuka. Dalam hal ini, semua orang yang terlibat dalam jejaring sosial ini akan turut mempengaruhi perkembangannya dengan atau tanpa kesadaran.
Akan tetapi, facebook juga dapat memberikan pengaruh negatif bagi remaja. Kadang remaja melakukan penipuan. Dengan menampilkan status yang tidak sesuai kenyataan, sekedar untuk mendapatkan perhatian, secara tidak sadar dirinya sedang menciptakan “topeng” untuk dirinya sendiri. Pertama-tama ia tidak akan menjadi pribadi utuh yang sanggup menerima diri apa adanya dan selanjutnya ia akan terbiasa untuk melakukan penipuan bahkah sampai pada hal-hal yang besar. Selain itu, remaja yanag seharusnya belajar sosialisasi dengan lingkungannya justru cenderung menghabiskan waktu dengan teman-teman facebooknya yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting.[28]
3.      Perkembangan Kognitif Remaja
Remaja yang sedang berkembang memiliki kempuan untuk mengkritisi sesuatu serta melihatnya dari berbagai sudut pandang. Melalui hal-hal yang ada dalam facebook, ia akan terlatih untuk mengembangkan cara pandangnya. Ia tidak lagi melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri melainkan juga dari sudut pandang orang lain. Secara tidak langsung cakrawala wawasannya akan ikut berkembang.
Meskipun demikian dapat berkembang suatu cara pandang yang negatif pada remaja. Hal-hal yang sebenarnyadimaksudkan untuk proses pembelajaran dapat dilihat dari sudut pandang lain yang jauh berbeda dari yang dimaksudkan. Hal ini dapat terjadi karena dalan media komnikasi yang universal ini, tidak ada pembatasan perihal interpretasi terhadap sesuatu yang ditampilkan. Juga remaja dapat terpengaruh oleh interpretasi orang lain.
Penutup
Jejaring sosial facebook yang baru diciptakan pada awal tahun 2004 telah menjadi trend bahkan telah menyita banyak perhatian semua orang dari berbagai golongan dan tingkatan sosial, termasuk kaum remaja. Dari data yang berhasil dihimpun oleh checkfacebook.com, dapat dikatakan bahwa pengguna facebook terbanyak adalah kaum remaja. Facebook dengan semua fitur di dalamnya ternyata turut memberikan kontribusi bagi perkembangan psikologi remaja dalam berbagai aspek kehidupannya sekurang-kurangnya dalam beberapa aspek yang telah dipaparkan.
Selain bahwa facebook membawa dampak positif bagi perkembangan remaja, facebook juga memberikan pengaruh negatif bagi remaja. Keadaan ini menuntut pertimbangan matang remaja dalam memilah-milah hal-hal yang positif dari yang negatif. Hal-hal postif yang ia terima, dapat digunakan untuk mengembangkan kepribadian dan karakter ke arah yang lebih baik. Pada dasarnya facebook diciptakan untuk menunjang kebutuhan akan komunikasi. Oleh karena itu para pengguna facebook, harus bertanggungjawab atas penggunaannya.    


DAFTAR PUSTAKA
Maximus Manu. Psikologi Perkembangan. Bahan perkuliahan tingkat I STFK Ledalero,  manuskrip,  STFK Ledalero-Maumere, 2012.
belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
triafatul.blogspot.com. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
ariefmas.wordpress.com/2012/02/22/wow-ternyata-banyak-sekali-manfaat-facebook-kumpulan-artikel-dari-wordpress/. Diakses tanggal 1 April 2013.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5009759. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
http://belajarpsikologi.com/batasan-usia-remaja/. Diakses tanggal 23 Maret 2013.
www.psychologymania.com/2012/06/ciri-ciri. Diakses tanggal 23 Maret 2013.
imammalik11.wordpress.com/2012/05/10/aspek-aspek-perkembangan-remaja/. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
sofinavisa.blogspot.com/2012/10/analisis-aspek-aspek-perkembangan-pada.html. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
indahparas-uinbi-2.blogspot.com/2008/03/aspek-perkembangan-remaja.html. Diakses tanggal 22 Maret 2013.


[1] Data yang diperlihatkan checkfacebook.com menunjukkan bahwa jumlah pengguna facebook di Indonesia mencapai angka 51.362.000 user. Jumlah ini sekaligus mengangkat posisi Indonesia di tempat yang keempat sebagai negara dengan jumlah pengguna facebokk terbanyak. Dari jumlah pengguna yang berhasil direkam ini, masih dapat dirinci jumlah pengguna usia remaja yakni
  • Usia 18 - 24 tahun sebanyak 43,1% atau 22.088.420 pengguna
  • Usia 16 - 17 tahun sebanyak 14.3% atau 7.335.900 pengguna
  • Usia 13-15 tahun sebanyak 10 % atau 5.148.240 pengguna
[7] Pendapat Hurlock yang dikutip dari belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
[8] Papilia dan Olds dalam Manu Maximus, “Psikologi Perkembangan”, bahan perkuliahan tingkat I STFK Ledalero,  manuskrip,  STFK Ledalero-Maumere, 2012, hlm. 68.
[9] Pendapat Calon yang dikutip dari belajarpsikologi.com/pengertian.  op.cit.
[10] Manu Maximus, “Psikologi Perkembangan”, bahan perkuliahan tingkat I STFK, loc.cit.
[12] www.psychologymania.com/2012/06/ciri-ciri. Diakses tanggal 23 Maret 2013.
[13] Pendapat Papalia dan Olds dalam Manu Maximus, “Psikologi Perkembangan”, bahan perkuliahan tingkat I STFK. op.cit., hlm. 69
[15] Ibid.
[16] Ibid.
[17]Imammalik11.wordpress.com/2012/05/10/aspek-aspek-perkembangan-remaja/. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
[19] Ibid.
[20] sofinavisa.blogspot.com/2012/10/analisis-aspek-aspek-perkembangan-pada.html. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
[21] indahparas-uinbi-2.blogspot.com/2008/03/aspek-perkembangan-remaja.html. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
[24] Ibid.
[25] triafatul.blogspot.com. Diakses tanggal 22 Maret 2013.
[26] ariefmas.wordpress.com/2012/02/22/wow-ternyata-banyak-sekali-manfaat-facebook-kumpulan-artikel-dari-wordpress/. Diakses tanggal 1 April 2013.
[27] http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5009759. Diakses tanggal 21 Maret 2013.
[28] Ibid. 

1 komentar:

  1. terima kasih ya telah membantu saya,menyelesaikan karya ilmiah saya.

    BalasHapus